SEPATUKW.COM Toko Online Alas Kaki Branded KW Premium. SEPATUKW.COM Open Dropship dan Reseller. SEPATUKW.COM Jual Eceran dan Grosir Harga Termurah. SEPATUKW.COM Tangan Pertama Langsung Produsen. SEPATUKW.COM Garansi Barang Rusak Ganti Baru.
Beranda » Artikel Terbaru » Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kreatif dan Rasa Ingin Tahu Melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah

Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kreatif dan Rasa Ingin Tahu Melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah

Diposting pada 5 Juli 2021 oleh sepatukw | Dilihat: 2 kali

Dewi Mardhiyana1)
, Endah Octaningrum Wahani Sejati2)
1) 2) Program Studi Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta
Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta
1)dewimardhiyana139@gmail.com
2)
endah_octa@yahoo.co.id
Abstrak
Tujuan utama pembelajaran matematika adalah pemecahan masalah, sehingga proses pemecahan
masalah menjadi bagian penting dalam pembelajaran. Model pembelajaran berbasis masalah
menyediakan sebuah struktur penemuan yang dapat membantu siswa belajar lebih mendalam dan
mengarahkan siswa pada pemahaman yang lebih luas. Pemahaman tersebut diperoleh melalui
interaksinya dengan masalah dan proses penyelidikan, sehingga akan menstimulus siswa untuk
mengembangkan kemampuan kognitifnya. Salah satu kemampuan kognitif yang perlu dikembangkan
adalah kemampuan berpikir kreatif. Ketika kemampuan berpikir kreatif berkembang maka akan
melahirkan gagasan (ide), menemukan hubungan yang saling berkaitan, membuat dan melakukan
imajinasi, serta mempunyai banyak perspektif terhadap suatu hal. Siswa yang memiliki kemampuan
berpikir kreatif tinggi cenderung akan merasa tertantang dan tertarik untuk menyelesaikan berbagai
masalah dalam belajar. Ketertarikan untuk menyelesaikan masalah ini juga menyebabkan munculnya
rasa ingin tahu. Melalui rasa ingin tahu, belajar bukan sekedar mengetahui namun mengeksplorasi
guna mengetahui lebih lanjut sehingga memberi makna atas apa yang diperoleh dalam proses belajar.
Dalam pembelajaran, rasa ingin tahu sangat diperlukan untuk memperoleh hubungan konsep yang
sudah dipelajari dan yang sedang dipelajari, sehingga dapat menyelesaikan masalah yang dihadapai.
Dengan demikian, pembelajaran berbasis masalah menitikberatkan pada aktivitas penyelidikan yang
dapat memunculkan kemampuan berpikir kreatif dan rasa ingin tahu. Oleh karena itu, model
pembelajaran berbasis masalah dalam pembelajaran matematika dapat dijadikan salah satu alternatif
solusi untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan rasa ingin tahu dalam menyelesaikan
permasalahan yang dihadapi.
Kata Kunci: Pembelajaran Berbasis Masalah, Kemampuan Berpikir Kreatif, Rasa Ingin Tahu
A. Pendahuluan
Paradigma pendidikan menuntut sumber daya manusia memiliki kemampuan berpikir
tingkat tinggi yang melibatkan kemampuan penalaran yang logis, sistematis, kritis, cermat,
dan kreatif dalam memecahkan masalah agar mampu menghadapi tantangan zaman yang
serba dinamis, berkembang, dan semakin maju. Kemampuan-kemampuan tersebut dapat
dikembangkan melalui pembelajaran matematika, yang merupakan suatu proses untuk
membantu manusia dalam mengembangkan dirinya. Tujuan utama pembelajaran
matematika adalah pemecahan masalah, sehingga proses pemecahan masalah menjadi
bagian penting dalam pembelajaran. Hal ini sesuai dengan salah satu tujuan mempelajari
673
matematika menurut Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 yaitu agar peserta didik memiliki
kemampuan memecahkan masalah (Depdiknas, 2006: 346). Untuk mempelajari matematika,
siswa dituntut memiliki kemampuan berpikir yang tinggi dalam memecahkan berbagai
masalah tersebut.
Kemampuan berpikir dipandang sebagai kemampuan seseorang dalam menyelesaikan
suatu masalah dengan menggunakan nalarnya. Kemampuan berpikir dalam matematika lebih
ditekankan pada prosesnya, yakni proses berpikir dasar, kritis, serta berpikir kreatif. Oleh
karena itu, kemampuan berpikir dalam matematika lebih tepat diistilahkan sebagai
kemampuan berpikir dasar, kemampuan berpikir kritis, serta kemampuan berpikir kreatif.
Ghufron & Rini (2014: 101) mengemukakan bahwa kemampuan berpikir kreatif
memiliki perananan penting dalam kehidupan karena kreativitas merupakan sumber
kekuatan sumber daya manusia yang handal untuk menggerakkan kemajuan manusia dalam
hal penelusuran, pengembangan, dan penemuan-penemuan baru dalam bidang ilmu
pengetahuan dan teknologi serta dalam semua bidang usaha manusia. Kemampuan berpikir
kreatif diperlukan untuk mengembangkan diri manusia dan memecahkan masalah-masalah
yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa kemampuan berpikir kreatif, seseorang
tidak akan menemukan jawaban untuk mengatasi permasalahannya sehingga dimungkinkan
tidak akan pernah terjadi kemajuan dalam hidupnya. Kemampuan berpikir kreatif dapat
meningkatkan pemahaman dan mempertajam bagian-bagian otak yang berhubungan dengan
kognitif murni. Ketika kemampuan berpikir kreatif berkembang maka akan melahirkan
gagasan (ide), menemukan hubungan yang saling berkaitan, membuat dan melakukan
imajinasi, serta mempunyai banyak perspektif terhadap suatu hal. Siswa yang memiliki
kemampuan berpikir kreatif tinggi cenderung akan merasa tertantang dan tertarik untuk
menyelesaikan berbagai masalah dalam belajar.
Ketertarikan untuk menyelesaikan masalah ini juga menyebabkan munculnya rasa
ingin tahu. Melalui rasa ingin tahu, belajar bukan sekedar mengetahui namun
mengeksplorasi guna mengetahui lebih lanjut sehingga memberi makna atas apa yang
diperoleh dalam proses belajar. Rasa ingin tahu merupakan dasar untuk mengetahui sejauh
mana kemampuan telah dicapai. Rasa ingin tahu juga dapat memberi rangsangan dan
dorongan siswa untuk tertarik dan berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran yang
membangun pengetahuan dan melatih keahlian (skill). Dalam pembelajaran, rasa ingin tahu
sangat diperlukan untuk memperoleh hubungan konsep yang sudah dipelajari dan yang
sedang dipelajari, sehingga membuat konsep baru. Hal ini sesuai dengan pendapat Stones
(1984: 42) yang menyatakan bahwa rasa ingin tahu yang terdapat pada seseorang dapat
menjadi penguat sehingga memacu seseorang untuk mengeksplorasi pengetahuan dari
lingkungannya.
Salah satu model pembelajaran yang menyuguhkan situasi bermasalah yang autentik
dan bermakna untuk memperoleh pengetahuan baru yaitu dengan model pembelajaran
berbasis masalah. Esensi model pembelajaran berbasis masalah menurut Arends (2008: 41)
berfungsi sebagai batu loncatan untuk investigasi dan penyelidikan. Melalui model
pembelajaran berbasis masalah, siswa dapat melakukan kegiatan mengidentifikasi dan
meneliti konsep dan prinsip yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah. Proses
pembelajaran dalam pembelajaran berbasis masalah lebih menekankan pada masalah dan
aktifitas siswa. Siswa tidak hanya menghafal dan mengerjakan latihan saja, namun siswa
dituntut untuk menggunakan kemampuan berpikir tingkat tinggi untuk menyelesaikan suatu
masalah. Arends & Kilcher (2010: 328) menambahkan bahwa penyelidikan pada

Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kreatif dan Rasa Ingin Tahu Melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah | SEPATU KW

Komentar dinonaktifkan: Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kreatif dan Rasa Ingin Tahu Melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah

Maaf, form komentar dinonaktifkan.

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
QUICK ORDER
Sepatu Untuk Olahraga James Merah Berkualitas Murah

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Sepatu Untuk Olahraga James Merah Berkualitas Murah *Mulai Rp 58.373
Ready Stock / SKW242
*Mulai Rp 58.373
Ready Stock / SKW242
QUICK ORDER
Grosir Sepatu Nike Murah Full Black

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Grosir Sepatu Nike Murah Full Black *Mulai Rp 52.904
Ready Stock / SKW228
*Mulai Rp 52.904
Ready Stock / SKW228
QUICK ORDER
Grosir Sepatu Adidas Harga Murah Gila

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Grosir Sepatu Adidas Harga Murah Gila *Mulai Rp 52.904
Ready Stock / SKW134
*Mulai Rp 52.904
Ready Stock / SKW134
SIDEBAR